Akar yang Belajar dari Retak
Karya: Edhika Jalu MayadiLuka tak pernah mengetuk,
ia datang bersama musim
yang menggugurkan keyakinan.
Aku pernah menjadi tanah
yang enggan menerima hujan,
takut setiap tetes
menghidupkan kembali kenangan.
Namun waktu tidak menanam sesal.
Ia menyelipkan benih
ke dalam retak yang kupendam,
lalu diam-diam mengajarkan
bahwa tunas tak selalu
menunggu tanah yang utuh,
ia bisa muncul
dari sela yang paling luka.
Kini bekas itu
bukan pagar bagi langkahku,
melainkan ladang
tempat harapan berakar.
Sebab akar tak pernah bertanya
mengapa tanah retak,
ia hanya menembus,
menjadikan celah
jalan pulang bagi hidup baru.
Gresik, 29 Juli 2026