Mimpi yang Perlahan Lebur
Karya: Diana Dzurriyatur RoviatGadis periang, penikmat lagu Hindia, yang tengah berperang dengan pikirannya sendiri
Ya, itu aku
Aku yang masih terbelenggu oleh masa lalu
Seperti nyanyian tanpa suara
Tak mengerti, hampa rasanya
Aku diselimuti sebuah mimpi
Mimpi yang telah lama kudambakan
Kubungkus indah dalam untaian doa
Kulukis indah pula dalam gelombang ingatan
Mimpi itu sirna dihempas oleh takdir
Dilahap habis oleh ego yang melekat
Seperti kaki yang tak ingin melangkah
Terjebak dalam arah yang tak pasti
Menangis hingga tak ada satu pun air mata mengalir
Berteriak tanpa suara
Berjalan tanpa jejak
Sesal hanya menjadi bayangan masa lalu
Yang tak kunjung menemukan titik temu
Berdamai mungkin kunci
Merelakan adalah jawaban
Agar hati tak terbelenggu
Sisakan ruang tuk membuka pintu keikhlasan dalam hati
Surabaya, 25 Juli 2026