Tempok yang Belum Sempat Menguat
Karya: Devi WulandariPada usiaku yang genap satu dasawarsa,
kususun batu-bata dengan dada penuh percaya.
Diselimuti riang dan tawa yang merekah,
seperti bocah yang mengira hidup tak mengenal resah.
Tembok itu kusebut mimpi.
Kubawa mengarungi lautan yang sunyi.
Di atas perahu kayu yang tak jua bertepi,
kudayung doa hingga langit sudi mengamini.
Kutatap dunia yang enggan berwarna,
kuamati langit yang tak lagi membiru jua.
Setebal apa pun yakin, akhirnya dapat sirna,
kala ombak meruntuhkan tembok tanpa sisa.
Kubiarkan serpih tembok hanyut bersama masa,
menjadi saksi bahwa mimpi pun dapat terluka.
Meski perahu terus diguncang derasnya gelora,
kudayung hidup dengan sisa percaya yang tersisa.
Karawang, 11 Juli 2026