Perkabungan untuk Mendiang Mimpi
Karya: Devi Aviana PutriSudah menanam dan merawat sepenuh hati
Bukan jaminan ia tak bisa mati
Begitu malangnya diri kala dipaksa berhenti
Sisanya berkabung, menziarahi kuburan yang terlarang digali lagi
Bagaimana pedihnya? Kehilangan mimpi, mengurus penguburannya seorang diri
Bahkan, nyala asa diputus padam berhari-hari, demi sesi mengenang kepergian
Takdir tak mau menyelamatkannya, entah apa galatnya
Mirisnya mimpi ini, ditebas habis sebelum berkembang
Bisakah empu nan malang mengikhlaskan yang hilang?
Bila semesta tak senang, mengapa bukan bilang sejak awal?
Sekalipun begini, empu masih berbaik sangka pada semesta
Siapa tahu sudah disiapkan tebusan setara
Bagaimanapun, pemimpi yang baru kehilangan mesti bertahan
Pelan-pelan berganti haluan, menata mimpi baru dengan lebih mapan
Sekotak yang terkubur, biarlah jadi jejak
Setidaknya sudah pernah; empu pengubur ini lebih berpengalaman, selamat!
Semarang, 24 Juli 2026