Yang Tumbuh Setelah Retak
Karya: Cici SetianiTak semua yang patah
meminta disatukan kembali.
Ada yang memilih diam,
lalu mengajarkanku
bahwa kehilangan
bukan selalu akhir dari perjalanan.
Aku pernah memunguti
serpih-serpih diriku sendiri,
satu demi satu,
bukan untuk kembali seperti semula,
melainkan belajar menerima
bahwa yang telah pergi
tidak selalu harus digantikan.
Ada hari-hari
ketika aku masih tersandung
oleh kenangan sendiri.
Namun perlahan kusadari,
yang menguatkanku
bukan waktu,
melainkan keberanianku
untuk tetap melangkah,
meski belum sepenuhnya pulih.
Dan sejak hari itu,
aku tak lagi menghitung
berapa banyak yang hilang.
Sebab di sela retak
yang tak sempat kujahit,
diam-diam
aku menemukan
diriku sendiri
sedang bertumbuh.
Bengkulu, 12 Juli 2026