Ketika Menara Impian Itu Rebah
Karya: ANGELINA MAHARANI ELEDi atas fondasi angan yang megah,
Kususun batu demi batu tanpa lelah.
Kugantung cita-cita di langit tertinggi,
Berharap esok ia menjelma menjadi saksi.
Namun badai datang tanpa mengetuk pintu,
Membawa gemuruh yang membakar ragu.
Tembok-tembok harapan mulai retak,
Hancur berkeping dalam sekali hentak.
Ada suara yang paling sunyi di dunia:
Yaitu bunyi mimpi yang pecah,
Berserakan di lantai kenyataan,
Tanpa ada yang bisa diselamatkan.
Kini kuaduk puing-puing yang tersisa,
Menatap abu dari rencana yang binasa.
Ternyata langit tak selalu ramah pada pinta,
Dan bumi kadang terlalu keras untuk sebuah cita.
Aku berdiri di runtuhan yang sepi,
Belajar mengeja arti merelakan diri.
Sebab kadang, untuk membangun yang baru,
Kita harus berani melihat yang lama menjadi abu.
Bali,17 Juli 2026