Mekar dari Rongga yang Patah
Karya: Ririn WidiartiMenghantam derasnya badai,
mematahkan rimbun dahan pohon ek.
Menjadikan ia terkelupas,
merasakan sakit yang pedih.
Dalam kokohnya pohon ek,
ia tak merintih pada duka.
Ia tumbuh membangun benteng getah,
bak menyegel dinding yang berlubang.
Luka lama kian membusuk, menciptakan rongga,
saat badai memaksa akar menghujam jauh lebih dalam.
Di dalam rongga sunyi dan cengkeraman akar,
ia tumbuh kokoh menembus gelapnya tanah.
Kini... pohon berdiri tegak pasca-badai,
kini... rongga luka menjadi rumah hangat para satwa.
Kini... daun rimbun kembali mengayomi tanah,
dan kini... kokoh batang siap menyapa hangatnya mentari.
Temanggung, 19 Juli 2026