Satu Bangunan Ribuan Luka
Karya: Andin Listia Nur AfniDi kala keheningan malam menemaniku,
Ia menggambarkan ketenangan bumi,
Lalu menggambarkan ketenangan hati.
Ditengah ganasnya hembusan malam,
Yang berguncangan.
Mereka sebut rumah adalah suaka hati,
Tapi bagiku, rumah adalah suaka nestapa.
Teriakan diberbagai sudut bangunannya,
Yang perlahan menghancurkan keindahan
Dekorasi kehangatan lapisannya.
Satu gemuruh, ribuan bekas bising
Satu pukulan, ribuan bekas lebam
Satu cacian, ribuan bekas trauma
Dan Satu amarah, ribuan bekas luka.
Aku tumbuh diantara amarah mereka
Didalam jeritan bangunan api,
Yang histeris namun tak hangus terbakar.
Yang terlihat utuh namun tak menyatu.
Dinding menjadi saksi bisu
Dengan semua kehancuran ini,
Atap menutup semua luka
Tanpa membuka satu celah sedikitpun.
Eksistensiku bagaikan batang pohon
yang kehilangan daun,
Yang jatuh gugur, lalu terbanting angin
Dan menjadi sampah yang dimakan bakteri.
Brebes, 28 Juli 2026