Reruntuhan cahaya
Karya: Alin Yulia wijayaDalam ribuan waktu diri ini kembali
menata asa yang mulai hilang.
Yang mulai kelam, bahkan
terbengkalai namun bukan sebagai kenangan melainkan sebagai
angan-angan.
Di tempat semua orang berlalu-lalang dengan masa
depan,
Diri ini berdiri dengan ketidakpastian,
dengan arah yang belum bisa dipastikan
Karena apa?
Karena berkali-kali cahaya itu datang,
lalu berkali-kali lagi cahaya itu padam.
Dihantam kenyataan yang menampar
meninggalkan serpihan lara
melumpuhkan bara
Sampai hati mulai berkata
"Barangkali mimpimu hanyalah sebuah mimpi,
bukan angan-angan yang benar-benar bisa engkau wujudkan"
Namun hingga kini hati ini aku masih berdiri
di atas reruntuhan itu,
menantang cahaya berikutnya untuk padam.
Dan di batas ketidakmampuan, apabila ku berhasil
maka akulah pemenang
lebak, 28 juli 2026