Kronik Ketabahan yang Mengakar
Karya: Afrina OktaviaTubuhku adalah tanah yang retak.
Terhantam kata-kata tajam.
Pikiranku adalah buah yang masak.
Hanyut dalam angan yang kelam.
Darahku adalah arus yang mengalir
Menyisakan jejak yang kian getir
Jiwa yang dulu tersungkur, lahir.
Merayap kuat di ambang akhir.
Namun, tertanam sabar yang mengakar.
Menyerap perih, merambat jauh ke inti bumi.
Tekadku bangkit meski dunia terasa kasar,
Menjalar kepada jiwa yang murni.
Kini, luka itu menjadi celah.
Memekarkan bunga paling harum.
Dahulu yang luka menjadi tabah.
Jiwa bersedih menjadi tentram.
KEPULAUAN RIAU, 10 juli 2026