Istana Yang Menjadi Debu
Karya: Adit Barhan MaulanaPernah kurengkuh angkasa, memahat istana di hamparan awan,
Menguntai benang angan hingga menyentuh terang gemintang.
Kususun dindingnya dari doa dan tulusnya harapan,
Menanti fajar menyapa, menuntun langkah yang bimbang.
Namun takdir berhembus membawa wujud kenyataan,
Membangunkanku dari buai yang terlampau tinggi.
Tiang-tiang rapuh itu meluruh dalam pelan,
Mengajarkanku bahwa tak semua hal harus kumiliki.
Runtuh sudah segala yang teramat lama kujaga,
Berserak perlahan di atas pangkuan sang waktu.
Cita yang dulu menyala hangat di dalam dada,
Kini kulepaskan dengan rela, membiarkannya jadi debu.
Biarlah angin membawa pergi sisa serpihannya,
Menyapu perih menjadi hela napas yang tenang.
Aku menunduk, mengikhlaskan mimpi yang fana,
Sebab di balik yang runtuh, ada damai yang membentang.
Bandung, 17 Juli 2025