Zira Aulia Syarifah - Pekat Yang Menjelma Pijar (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Pekat Yang Menjelma Pijar
Dulu, sepasang tanganku adalah altar sunyi tempat doa-doa bersimpuh. Aku bertanya pada langit, mampukah raga ini menjelma mimpi yang dulu kupeluk erat? di atas kaki sendiri, aku berdiri, namun jiwaku terasa asing. Saat dunia di sekelilingku merayakan kebebasan memilih arah, aku justru dipaksa mengubur angan dalam-dalam. Aku hanyalah serupa mesin tanpa kemudi, bergerak dalam kendali yang kaku, tanpa ruang untuk sekadar mengeja keinginan hati.
Namun, waktu adalah guru yang bijak. Kedewasaan telah mengetuk pintu, membawa hak atas nasib yang sempat terbelenggu. Meski rintangan datang bagai badai yang ingin memadamkan nyala, aku tak lagi gentar. Berbekal rapalan doa yang paling tulus dan tekad yang mengakar kuat, aku membasuh luka menjadi kekuatan. Kini, aku bukan lagi bayangan yang hilang. Aku telah bermetamorfosis menjadi bintang; berpijar dengan cahaya sendiri, menembus pekatnya malam, dan akan terus bersinar abadi di cakrawala hidupku.
Bekasi, 17 Januari 2026
Posting Komentar