Betria Putri Rahayu Mbahas - Navigasi Nadi (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Betria Putri Rahayu Mbahas
Navigasi Nadi


Di peta telapak tanganku, garis-garis takdir mulai berbicara,
mengalirkan darah yang membawa pesan dari masa lalu.
Ia bukan sekedar cairan merah yang singgah di dalam dada,
tapi kompas yang menuntun langkahku menembus kabut pilu

Aku mendaki tebing waktu dengan kuku-kuku yang luka,
setiap perih adalah bukti bahwa hidup bukan sekedar bernafas.
Biarlah jejak merah ini menjadi saksi di atas tanah yang duka,
bahwa impianku terlalu besar untuk dibungkam hingga kandas.

Tuhan, biarkan darah ini mendidih jadi api yang suci,
membakar sisa-sisa ragu yang menghambat laju di urat nadi.
Sebab perjalananku adalah sebuah janji yang harus dilunasi,
menjadi pemenang, sebelum akhirnya aku kembali sunyi.

Sebab pada akhirnya,
bukan tentang seberapa banyak darah yang tumpah ke bumi,
melainkan tentang seberapa tinggi
ia mampu menerbangkan impian ke singgasana ilahi.

Makassar,17 Januari 2026

Posting Komentar