Gelombang Doa yang Menyapa Impian
Di tepi sungai yang tak pernah kering,
bisikanku melayang, bukan suara biasa,
tapi gelombang yang menyapa pantai jauh.
Impian adalah bayang yang tak pernah diam,
doa bukan rantai,
melainkan angin liar,
membelokkan jalur bintang ke arah tak terduga.
Mimpi seperti daun yang jatuh ke dasar,
menyusup ke akar yang tak pernah tenang,
sementara doa adalah cahaya tersembunyi,
membawa embun ke hutan gelap.
Ketika doa bertemu impian,
bukan tabrakan, tapi pelukan bayang,
kegelapan menjadi jalan setapak,
dan impian yang dulu kosong kini berdenyut,
seperti gunung yang menelan awan,
melahirkan sungai baru dari puncaknya.
Gelombang ini bukan akhir,
tapi permulaan yang menyala,
doa dan implan saling menyapa,
Impian sebagai doa yang tak pernah padam.
Tangerang, 22 Januari 2026