Evina Puji Amelia - BERPULANG KE CAHAYA (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Evina Puji Amelia
BERPULANG KE CAHAYA


Kita lahir dari untaian doa
yang dipanjatkan pagi kepada malam.
Namun ketika kakiku tegak sendiri,
kusadari getar makna:
aku hanya bertahan
pada kalimat-kalimat yang indah,
menjalani hari
dengan kepastian yang gemetar.

Manusia berlalu-lalang,
menyigi arah agar tak melenceng,
membaca peta roh di telapak nasib,
begitu pula aku,
namun kali ini
kompasku kehilangan kutubnya.

Hatiku terbakar bagai tembaga membara
pada kepala yang enggan sujud,
pada kebebasan yang mencicip maksiat,
terasa manis di tenggorokan dahaga,
sementara aku
berputar di roda berlapis batu dan tanah.

Jiwaku meratap pada tiap isyarat Ilahi:
apa yang runtuh dalam diriku?
mengapa syukur
tak mau bermukim di dada ini?

Aku hidup sebagai manusia
dan kelak mati sebagai jasad.
Kembali pada kehendak-Nya,
namaku larut di pangkuan tanah,
riwayatku tergerus waktu,
hanya makna hidup
yang berpulang kepada cahaya.

Salatiga, 21 Januari 2026

3 komentar

Lynn 22 Januari 2026 pukul 17.17 Delete
Keren banget puisinya, fan banget sama bahasanya
Pipyy 22 Januari 2026 pukul 17.38 Delete
Bahasanya halus banget ya, keren bangett
ANGKRINGAN PAK NDUT 22 Januari 2026 pukul 18.57 Delete
Luar biasa, bahasanya indah sekali, semangat terus untuk bersastra