Dhiya'ul fithriyya - Doa dan impian (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Doa dan impian
Di antara tarikan napas dan hening yang panjang,
aku merunduk, membawa lelah yang tak selalu terucap.
Doa kupanjatkan bukan sekadar permintaan,
melainkan pengakuan atas keterbatasan diri,
bahwa aku rapuh tanpa bimbingan cahaya-Mu.
Dalam sujud yang sunyi, kuselipkan impian
tentang keteguhan hati saat dunia mengguncang,
tentang keberanian memilih jalan yang benar
meski sunyi dan tak dipuji.
Aku bermimpi menjadi insan yang bermanfaat,
menjaga nurani di tengah godaan,
menyatukan usaha, sabar, dan ikhlas.
Biarlah doa menjadi akar yang menguatkan langkah,
dan impian menjelma sayap
yang mengantarkanku menuju hidup yang bermakna,
bernilai, dan diridai sepanjang waktu.
Medan 26 Januari 2026
Posting Komentar