ARINA APRILIA MALIK - Upeksha yang Luka (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents


ARINA APRILIA MALIK
Upeksha yang Luka


Pedang paling kejam memaksa jiwa
menembus setitik cahaya.
Hingga akhirnya terjerumus
ke sumur penuh jelaga.

Ribuan kata pernah terucap
hingga langit pun merasa iba.
Namun, semesta tetap teguh,
menganggap semua itu tiada.
Ucapanku seolah hanyalah udara yang singgah,
bergeming rusuh di liang telinga.

Haruskah aku menjadi hantu
agar bisikku sampai padamu?
Haruskah aku menjadi hantu agar suaraku menyatu
dengan lembut tuturmu?

Tak terhitung keringat jatuh
atas apa yang raga perbuat.
Bata yang kususun cermat
nyatanya lumat dihantam hebat.

Kasar tuturmu mengudara
lancang menghina puing-puingku,
tanpa menoleh betapa gigihnya hatiku.

Bisik rapuh karam di ruang hampa.
Jerih sunyi tak pernah ditanya.
Haruskah hancur berkali-kali
hanya untuk utuh dalam sekejap?

Hati ingin menggapai upeksha,
melangkah di buana penuh rona.
Walau doa runtuh tak bersisa,
raga ini tetap ada,
menuju menara penuh satya.

Trenggalek, 25 Januari 2026

Posting Komentar