Rahael Dear Sianipar
Lorong Impian
Lembar baru di kala itu
Di sudut lorong tanpa suara
Tersirat sayup memori semata
Dalam redup tanpa goresan suara
Rapuh...
Hati ini kian rapuh...
Bagai badai sunyi tanpa sahutan
Kuhaturkan rapuhnya jiwa
Apakah ini hanya naluriku saja?
Dalam gema rintihan suara
Ataukah ini hanya senja?
Yang tersirat haru dalam benak
Dimanakah tujuan yang jelas?
Di jalan terjal yang penuh liku
Beribu mimpi kian terucap
Tanpa ada sinyal balasan
Kini aku menengadah
Mengukir mimpi dengan harapan
Berharap semesta memberi jawaban
Untuk setiap doa yang dipanjatkan
Pematangsiantar, 30 Juli 2022