Rindu Yang Tak Lagi Bertuan
Karya: ZUHROTUL ILHAMIYAHAda namamu yang masih tinggal di sudut doa,
meski suaramu tak lagi menyapa telinga.
Ada kenangan yang enggan menjadi masa lalu,
sebab hatiku belum selesai merindukanmu.
Langit masih sama, senja tetap berwarna jingga,
namun dunia kehilangan separuh hangatnya.
Kursi itu kosong, cerita kita membisu,
dan waktu berjalan tanpa membawamu kembali kepadaku.
Aku merindukan hal-hal sederhana,
tawamu, nasihatmu, dan hadirmu yang menenangkan jiwa.
Kini, hanya doa yang mampu kupeluk,
kutitipkan namamu kepada langit yang paling jauh.
Jika rindu dapat menyeberangi kematian,
biarlah malam ini ia menemukanmu.
Sebab meski ragamu telah kembali kepada bumi,
cintaku tetap hidup, tak pernah ikut pergi.
Malang, 13 Oktober