Wasiat yang Tak Sempat Tua
Karya: RELEN PALENTIAKepada senja kutitipkan namamu
Kau yang menamai hariku dengan tawa
Bukan cinta kiranya yang pantas
Sebab lidahku kelu menakar samudra
Ada janji bisu
Bahwa napasku jadi rumah bagi napasmu
Bahwa kita menua dalam bait yang sama
Wahai pujangga jiwaku
Kau aksara menyulam sunyi jadi kidung
Tanganmu menggenggam erat seolah mengajak lewati waktu bersama
Aku percaya semesta tidak sekejam itu
Namun takdir menulis titik sebelum kita sempat koma
Ajal merampasmu tanpa sempat merapikan rindu
Kau pergi membawa setengah jiwaku
Meninggalkan aku menua sendirian
Kutatap langit bukan meratap tetapi menitip rindu
Sampaikanlah cintaku menolak disebut masa lalu
Cinta tidak mati meski jasad terpisah
Ia berubah rupa menjadi doa
Pergilah kekasih tenanglah di sana
Di sini aku menjaga wasiat kita
Untuk mencintaimu meski tanpa wujud meski tanpa waktu
Palembang, 03 Oktober 2026