Rona yang pudar
Karya: NURAINIKala itu, aku tersesat di tempat yang
gelap
sunyi tanpa cahaya sedikit pun.
Aku tak mampu berjalan dengan tenang
tak bisa keluar dan hanya terdiam.
Hingga saat raga ini tak lagi mampu
nayanika-ku tak sengaja melihat
puspa indah, penuh rona.
Entah sejak kapan, aku menyukai rona itu.
Di kegelapan ini, aku percaya
rona itu dapat menjadi cahaya
menuntunku pergi dari kegaduhan kalbu.
Atma ini melangkah terserok
tertatih menuju rona nan benderang.
Aku kira, rona itu akan menetap
sebab kepadanya kutitipkan harap.
Namun ketika langkahku hampir sampai
rona itu perlahan menjauh
lalu menghilang.
Asa yang begitu besar
membuat semuanya hancur lebur
sebab nyatanya, rona itu
hanya singgah, bukan untuk menemani.
Dan barangkali, melupakan bukan tentang menghapus
melainkan belajar berhenti mencari;
membiarkan rona yang pernah tinggal
perlahan pudar dalam ingatan.
tambilor,30 September 2026