Dia yang menghilang tanpa memikirkan kenangan
Karya: Natasya Putri HidayatSuara gerimis lamat-lamat membasahi jendela kamar,
seolah semesta mahfum duniaku tengah memar.
Aku kerap didera bingung tanpa berkesudahan,
mengapa namamu begitu kokoh di hulu ingatan?
Kau telah melangkah jauh, membasuh jejak, dan melupa,
sementara aku karam membaca aksara penuh nestapa.
Detik ini aku tersadar rindu ini belum juga usai,
keikhlasan yang kucari masih saja tercerai-berai.
Betapa semesta merayakan ketidakadilan yang semu,
kau memilih berlalu, namun aku dibopong pilu.
Kenapa tangis dan lara jatuh pada pelukan salah?
Menghabiskan seluruh air mata untuk dia yang menyerah.
Kini duniaku runtuh, menyisakan sepi menderu,
menatap rintik jatuh bersama sisa bayangmu.
Kutanyakan pada langit malam yang kian kelabu,
kapan seluruh rasa ini mengering menjadi abu?
Mojokerto, 15 Oktober 2026