Tubuhku Dirasuk Rindu
Karya: Nashifa Khairis MumtazahRasa bersalah merasukiku enggan dalam waktu sementara,
menggerogotiku seperti perwujudan dari neraka.
Di situ aku tahu dendammu belum juga reda.
Setengah windu napasku menyebut namamu,
setengah windu kita tak berbicara seperti orang bisu—
kita sudah asing. Namun, ku masih merindu.
Kupastikan senyummu terus menempel pada langit-langit malam.
Agar kuteringat padanya saat 'ku menatap bintang,
walaupun berakhir mataku berkunang-kunang.
Tangerang, 2 Oktober 2026