Tunas setelah kamu
Karya: Nasah alfiyanti PratiwiProses yang sulit ku lewati,
Proses yang begitu ku benci,
Proses yang melukai hati,
Yaitu, membuang mu dari pikiranku.
Tuan,
Kenapa dirimu selalu melekat dalam ingatanku?
Dirimu begitu teduh saat ku tatap,
Namun mengapa dirimu juga yang membuatku runtuh.
Dirimu telah pergi jauh,
Namun bekas lukamu masih menetap.
Kenanganmu masih bersembunyi di benakku,
Membuatku gundah dan sendu.
Hari demi hari ku lewati,
Bayangmu perlahan memudar,
Coretanmu telah ku hapus,
Dan aku mulai tenang saat tak ada dirimu.
Rasanya indah,
Sekarang akan ku tanam tunas itu kembali,
Yang akan mekar bagai lintang di tengah kelam ini.
Hariku memang lara, namun akan nirmala dalam hal yang ku ciptakan kali ini.
03 Oktober 2026