Elegi Kerinduan akan Robekan Nestapa
Karya: Muhammad Izzuddin AlqossamWahai sorak-sorai jiwa, kapan terakhir kita bersua?
Di tanah yang katanya merdeka,
namun masih menyisakan nestapa.
Jiwa yang tenang mulai terguncangkan,
suara yang padam kembali dilantangkan.
Wahai nestapa, sampai kapan engkau bersemayam?
Meromantisasi melankolia,
retorika kehilangan makna,
propaganda tak kunjung reda,
birokrasi kehilangan arah,
oligarki semakin merajalela.
Kemerdekaan,
bukan sekadar simbol dan perayaan,
melainkan keadilan tanpa diskriminasi,
kebebasan tanpa intimidasi,
dan kesejahteraan tanpa manipulasi.
Sebab, apa arti merdeka
jika suara masih dibungkam penguasa
dan keadilan hanya janji kampanye saja?
Surabaya, 10 Oktober 2026