Kepada Ingatan yang Tak Lagi Kupanggil
Karya: MUHAMMAD HABIB MUSTOFAdahulu, kau adalah hujan
yang jatuh diam-diam di halaman hatiku,
meninggalkan jejak yang enggan kering.
Waktu datang sebagai angin,
mengusik daun-daun kenangan,
namun tak sepenuhnya mampu menerbangkanmu.
Pernah kucoba mengubur namamu
di tanah kesunyian,
tetapi kenangan selalu menemukan jalan
untuk tumbuh kembali.
Kini, aku tak lagi mengejar bayangmu.
Biarlah senja menelan sisa cahaya,
dan malam menyimpan apa yang tak sanggup kukatakan.
Pada akhirnya, melupakan bukanlah kehilangan,
melainkan menemukan diri sendiri
setelah terlalu lama
tersesat di dalam sebuah kenangan.
Demak, 5 Oktober 2026