Akhir dari Sebuah Renjana
Karya: Muhammad Fakhry MuhannaTelah lama namamu
Kutitipkan pada senja yang fana,
Di ambang cakrawala
Tempat aksara kehilangan makna
Dahulu, engkau adalah renjana,
Nyala kecil di antara sunyi,
Yang kusimpan dalam relung sukma,
Meski tak pernah menjadi milikku
Kini, biarlah segala menjadi niskala,
Luruh bersama desir bayu
Yang mengembara tanpa tujuan,
Membawa sisa-sisa kenangan
Aku telah belajar dari kala,
Bahwa kasih tak selalu menuju temu,
Dan rindu tak selamanya
Harus bermuara pada seseorang
Maka pergilah,
Wahai nama yang pernah kusematkan
Pada setiap doa dan aksara
Aku tak akan mengejarmu lagi
Biarlah engkau menjadi senandika,
Menjadi kisah yang pernah bersemayam,
Lalu perlahan luruh
Ditelan nirwana waktu
Sebab pada akhirnya,
Melupakan bukan berarti menghapus,
Melainkan menerima
Bahwa ada nama
Yang harus selesai,
Meski hati belum sepenuhnya rela
Nanga Pinoh, 30 September 2026