Menatap Puing Sejak Pergi
Karya: Muhammad Daffi PratamaHujan baru saja usai di pelataran rumah,
namun gemercik di dadaku belum juga ada.
Di balik jendela yang berselimut kabut tebal,
aku masih saja mengeja namamu yang pelan-pelan pudar.
Segalanya kini terasa begitu lengang dan asing.
Sudut kamar yang dulu penuh tawa hangat,
kini berubah menjadi museum kenangan yang dingin.
Setiap sudutnya menyimpan banyak bekas jemarimu,
membawa ingatan yang menjelma duri tajam.
Aku belajar merawat luka yang kau tinggalkan tanpat pamit.
Sebab,menyadari kamu tak lagi kembali adalah kepedihan paling sunyi yang harus kukutip setiap pagi.
Hati ini bagai rumah tua yang tak berpenghuni,
roboh perlahan tanpa ada satu pun orang yang peduli.
Kalimantan Timur, 30 Sep 2026