Sepotong Hati Ibu, yang Pesakitan
Karya: Muhamad Azmi FaqihKu terduduk
Di atas lantai kusut
Harapan bapak
Yang tak pernah melupakan
Bagaimana caraku mendengar
dan bagaimana caraku berbicara,
Sepanjang malam
Turun hujan
Kumenatap jendela,
Terayun redup
Di dalam rumah yang semakin lama
Semakin hilang rasanya
Dimana senyum, adalah berkah
yang tuhan titipkan untuk ibu.
Namun aku tak pernah melihat
Senyum-senyum yang dapat menadah,
setiap rintikan air hujan
yang setiap malam dapat menghanyutkan
jantung seorang ibu
Bapak bilang ibu baik-baik saja
Kuterka angan yang putus
"Biarlah sudah, tak perlu khawatir," kata bapak
Kupercaya bahwa tuhan
akan selalu ada pak,
Di samping, maupun dimana-mana
Ibu terduduk rapi
Membaca buku, memandang langit
Mengerti bapak
Dalam kaki tur suwargi
Kubiarkan sela-sela ibu jari
Merasakan bahwa
hujan, belum berhenti ibu
Pekalongan, 4 Oktober 2026