Rumah yang Tinggal dalam Doa
Karya: Ken Ali MuharromAda sesuatu yang menetap di dada,
hadir ketika malam kehilangan suara. Membawa ingatan pada meja sederhana, tempat tawa dahulu tumbuh tanpa jeda.
Kini, langkahku kian jauh dari pelukan, mengejar hari, menembus ketidakpastian. Namun, di balik segala pencapaian,
ada bagian jiwa yang tertinggal dalam kenangan.
Beberapa wajah masih hidup dalam
ingatan,
beberapa suara menjadi bagian dari kerinduan.
Tak semua rasa mampu diterjemahkan kata,
sebagian hanya mampu kutitipkan dalam doa.
Jika kelak langkahku sampai di penghujung jalan,
biarlah segala lelah luruh dalam keikhlasan.
Sebab yang paling jauh bukanlah jarak perjalanan,
melainkan pertemuan yang hanya tersisa dalam kenangan.
Jakarta, 1 Oktober 2026