Terlalu Indah Untuk Melupakanmu
Karya: Juli Mona Pita TampubolonHari-hariku begitu menemukan warna
sejak mataku mengenal sosokmu.
Senyummu datang seperti cahaya pagi,
menghangatkan hari yang begitu sederhana.
Dari kejauhan, aku begitu mengangumimu
seorang laki-laki tinggi berkacamata,
dengan senyum semanis senja,
tutur kata yang begitu lembut,
serta wibawa yang membuat, ingin memilikimu.
Kecerdasanmu yang membuatku kagum,
kasihmu kepada sesama membuatku jatuh
lebih dalam dari yang pernah kusadari.
Lima tahun namamu tinggal
di ruang hati yang tak pernah kau datangi,
tumbuh dalam diam,
mekar dalam doa,
lalu kusimpan sendiri.
Kini aku belajar untuk melupakanmu,
perlahan mengikhlaskan rasa
yang pernah begitu indah di dalam hati,
mengembalikan namamu lewat waktu,
melepas harapan yang pernah kutitipkan
pada langit dan doa.
Mungkin mencintaimu cukup sampai di sini:
menyimpan indahnya,
lalu belajar merelakannya.
Sebab kau terlalu indah untuk dilupakan.
Medan, 03 Oktober 2026