Lembaran Sang Renjana
Karya: Hans Groenewegen SilitongaDalam ruang sunyi nan hampa,
waktu menorehkan aksara.
Pada lembar niskala,
menuju nirwana.
Lalu namamu hadir.
Di sela aksara yang lengang,
senyummu tinggal di ujung kalimat,
seperti titik yang enggan menyudahi cerita.
Pada bab bernama adinda,
embun singgah di tepian kaca.
Tawa berlayar bersama cerita,
dan pagi mekar perlahan saja.
Renjana menulis lembar demi lembar,
tanpa tergesa menutup cerita.
Sementara aku membaca namamu,
pada setiap halaman yang terbuka.
Tarutung, 30 September 2026