Sembuh, tetapi Tidak Sepenuhnya Lupa
Karya: Elda SyafrinaAda luka yang lahir dari tempat
yang paling kupercaya sebagai rumah,
ada air mata yang jatuh
karena hati tak siap menerima kenyataan.
Pernah kucoba mengerti,
meski kecewa berkali-kali mengetuk hati.
Kutatap hari dengan senyum yang kupaksakan,
menyembunyikan retak di balik ketenangan.
Waktu terus berjalan,
namun kenangan itu masih tertinggal,
seolah enggan pergi dari ingatan.
Kini, aku lelah mengingat,
lelah membiarkan masa lalu
mencuri damai yang ingin kuraih.
Aku tahu, melupakan bukan perkara mudah,
sebab ada luka yang sembuhnya perlahan,
ada kenangan yang kembali tanpa diundang.
Namun, aku ingin mencoba sekali lagi,
melepaskan sesak yang selama ini kupeluk,
berdamai dengan segala yang telah terjadi.
Bukan karena semuanya telah baik-baik saja,
melainkan karena aku ingin bahagia.
Jika suatu hari kenangan itu kembali,
aku akan belajar menghadapinya tanpa menangis.
Sebab kini aku memilih melangkah,
meski hati belum sepenuhnya rela,
aku tetap berusaha melupakan
Batusangkar 21 Oktober 2026