Rasa Yang Harus Mati
Karya: Ajeng Desty LaksmanaBiayala di cakrawala nan jauh dari riuh, berpadu satu dengan binar lembayung nan teduh
Seolah memberi restu dan juga menjadi saksi, saat kularung helaian imaji yang kian tak berarti
Lentera asa yang selalu kujaga nyata
Nyatanya tanpa aba menjadi fatamorgana
Luruhnya rajutan mimpi karena tetes semesta
Tidak serta merta menghanyutkan ironi begitu lama
Relung hampa ciptaan si pancaroba jiwa
Kini siap mendekap, rencana hari yang tak lagi sama
Pudar isi bukan berarti buyar guci
Melepas tinggi memberkati keringanan hati
Apa yang ditakdirkan pergi artinya layak untuk diganti
Demi menjadi berarti, tidak harus setengah mati
Anugerah Sang Ilahi lebih layak untuk dinanti
Karawang, 03 Oktober 2026