Arsip Kecil tentang Kehilangan
Karya: AfrinaSuatu hari, mungkin aku akan lupa bagaimana suaramu memanggil namaku, juga bagaimana namaku terdengar begitu akrab di bibirmu. Waktu perlahan mengaburkan hal-hal yang dahulu kukira akan selalu kuingat.
Bagaimana mungkin kulupakan seseorang yang pernah menjadi tempat pulang, sedangkan jauh setelah kepergiannya, sebagian diriku masih mencari pintu yang tak lagi terbuka?
Tak lagi kucari jejakmu. Sesekali, kenangan menjelma surat tanpa alamat, membawa kabar dari masa silam yang tak mungkin kutuju kembali.
Apabila kelak namamu tak lagi menggetarkan ingatan, bukan berarti kehadiranmu kehilangan arti. Demikianlah hati menuntaskan perpisahan, bukan dengan menghapus segala yang pernah ada, melainkan dengan membiarkannya menetap sebagai kenangan yang tak perlu lagi dimiliki.
Bogor, 15 Oktober 2026