Rumah yang Masih Menyebut Namamu
Karya: Aben SepuMama,
sejak langkahmu berhenti di dunia,
rumah ini tak lagi sama.
Dapur masih menyimpan aroma masakanmu,
namun kursi tempatmu duduk
hanya ditemani sunyi.
Aku merindukan suaramu
yang dahulu memanggil namaku,
merindukan tanganmu
yang selalu tahu cara menenangkan luka.
Kini, setiap pulang,
aku hanya menemukan kenangan
yang diam-diam memelukku.
Mama,
aku pernah berharap waktu
membawamu kembali,
meski hanya sebentar,
agar dapat kupeluk tubuhmu
dan berkata bahwa aku sangat mencintaimu.
Namun, waktu terus berjalan.
Maka kutitipkan rinduku kepada doa,
semoga setiap kata yang kulangitkan
sampai kepadamu
di tempat terindah yang Tuhan sediakan.
Karena meski ragamu telah pergi,
cintamu tetap tinggal,
menjadi rumah
yang tak akan pernah runtuh.
Kefamenanu, 30 September 2026