Suara Dalam Sunyi
Karya: Wina FebrianaSuara dalam sunyi
Ia jatuh tanpa perlu aba-aba,
Mengalir pelan di lekuk pipi yang luka.
Bukan tanda runtuhnya sebuah raga,
Melainkan bahasa saat kata tak lagi bertenaga.
Tangis adalah gerimis di dalam dada,
Membasuh debu kecewa yang lama reda.
Ia tidak selalu berarti kalah atau binasa,
Hanya jiwa yang rehat dari pura-pura perkasa.
Biar rahasia larut bersama tetesnya,
Menghanyutkan sesak yang menyumbat dada.
Sebab setelah air mata basah mereda,
Selalu ada ketenangan baru yang menyapa.
Palembang, 3 September 2026