Bahasa yang jatuh
Karya: Trivena AdeliviAda kata yang gugur dari mata,
ketika bibir kehilangan suara;
ia mengalir tanpa meminta,
membawa luka yang lama dijaga.
Saat buana datang menyapa,
membuat murka tak punya kata;
hanya ratap yang bersuara,
lewat gerimis dari sepasang mata.
Sebening luka yang jatuh,
seuntai harapan menjadi hancur;
karena niat yang mulai pupus,
akibat sembilu yang kian menusuk.
Dan bila gerimis tak mengering,
ketika ruang indah tak lagi bening;
biarlah jiwa bertemu hening,
agar angan kembali berpaling.
Gorontalo, 31 Agustus 2026