PADA NEGERIKU, DOAKU UNTUKMU
Karya: Syakira Aurelia PutriNegeriku
Kau berada dalam doaku pada hari ini
Aku pastikan pula, pada esok hari
Karena ku dengar ceritamu lirih
Cerita yang dilisankan ibu Pertiwi
Dalam tuturnya
Hari itu, kobaran nyala panas menerpa
Menjelmakan semburat bergejolak di jenggala
Mengambil paksa kuasa atas alam jelita
Semua insan bernyawa pun binasa
Tak mampu lagi bersedih
Bersedih dalam lautan api murka
Tak ada lagi kata rumah
Tersedu-sedu alamku ini
Sekarang, sarang ditinggal bunda
Patahan tanduk lupa pemiliknya
Potongan sayap jadi abu abadi
Bak asap pula merampas hirup manusia
Dikepung warna abu, menyamar bagai udara
Monokrom gelagat mencekik nafas fana
Belenggu kerongkongan dalam duka
Menangislah dan berandai ibu Pertiwi
Berharap mampu berunding dengan takdir
Untuk bertanya bisakah mereda?
Bertanya masihkah ada esok hari?
Maka,
Aku menitipkan doa untukmu hari ini
Aku pastikan pula untuk esok hari
Karena ku dengar ceritamu lirih
Cerita yang dilisankan ibu Pertiwi
Bekasi, 9 September 2026