Luka dalam Sunyi
Karya: Sarah WardiansyahLuka dalam Sunyi
Air mata menjadi saksi bisu
kala mulut tak mampu lagi
mengutarakan isi hati yang begitu penuh.
Jiwa raga tak sempat beristirahat.
Senyum dipaksa kuat,
kantung mata menghitam.
Letih seakan duri tertancap di kerongkongan,
belum sempat diutarakan,
ditelan kesunyian yang tiada berujung.
Renyah tawa mengisi ruangan,
sementara diam membelengguku
tanpa cahaya.
Rupiah dicari siang malam,
keringat membanjiri pelipis.
Letih dibayar tuntutan,
tangis ditelan sunyinya malam.
Pagi kembali
seakan tak ada apa-apa yang terjadi.
Bibir hendak memaki keadaan,
namun langkahku terus berjalan.
Mulutku terkunci kembali;
aku menjalani hidup sebagaimana mestinya.
Tangerang, 4 September 2026