Kukira Kau Hanya Pergi
Karya: Salsabila Putri DelizHanya dua malam kau di rumah,
namun tawamu tinggal lebih lama.
Tangan kecilmu,
tawamu di balik layar ponselku,
dan tubuh mungil yang kujaga,
kini menjadi kenangan
yang tak bisa kusentuh lagi.
Pagi itu kau pergi,
bersama ante dan om,
menuju Jawa Tengah.
Aku melambaikan tangan,
mengira jarak hanya sementara.
Kukira akan ada hari
ketika kau kembali,
ketika wajahmu yang kecil
berubah menjadi lebih besar.
Ternyata aku keliru.
Kau bukan sekadar pergi jauh,
kau pergi terlalu jauh
untuk bisa kutemui lagi.
Kini setiap mengingat tawamu,
dadaku penuh sesak oleh satu kalimat:
andai aku tahu itu terakhir,
tak akan kulepas pandanganku darimu.
Akan kupelukmu lebih lama,
kusebut namamu lebih banyak,
dan kusimpan tawamu
sedalam-dalamnya.
Sebab ternyata,
hari yang kuanggap biasa
adalah hari terakhir
Tuhan mengizinkanku melihatmu.
Pekanbaru, 15 September 2026