Matahari Pagi
Karya: RIZKY EKAWATI SOFIANAEmbun pagi bersinar, menyambut sang surya yang datang membawa kehidupan.
Hangatnya matahari pagi mencairkan segala lelah dan keraguan di hati.
Satu cangkir teh hangat lambang kesetiaan pagi, senyum berseri, mata berbinar dan aku, siap menyambut hari.
Oh aku lupa, rasanya malam yang gundah.
Malam yang rasanya panjang.
Merobek sampai relung kalbu.
Jejak tetes air mata, denting jam, suara nyamuk, seperti teman sepiku malam itu.
Jika mampu digambar rasanya seperti di dalam kotak, sempit dan terhimpit.
Lalu, aku kembali tersadar bagaimana cahaya pagi menembus kulit rapuhku.
Sejuk embun, membelai rambut panjangku.
Nyatanya, satu cangkir teh panas mampu membuatku tersenyum dengan matahari pagi ini.
Satu hal yang aku syukuri, napasku kembali teratur.
Tak ada rasa sempit dan terhimpit. Aku masih hidup, masih menikmati teh panas pagi hari.
Satu cangkir teh panas di pagi hari yang berat adalah obat terbaik untuk menenangkan jiwa yang belum aku menangkan.
Selamat pagi tawa, aku siap berjalan kembali di riuhnya isi kepala.
Pekalongan, 3 September 2026