Di Antara Raga yang Hampa
Karya: RamadhaniAda sepi yang membingungkan arah,
Bukan sekadar lelah, tapi luka yang mendalam.
Di sinilah aku sekarang, terjebak dalam hampa.
Menatap masa depan yang buram.
Raga ini terasa kosong,
Namun dipaksa waras menuntaskan rutinitas.
Berjalan seperti biasa,
Di antara langkah-langkah yang cemas.
Dengan sisa tenaga yang ada,
Sempat terselip secercah cahaya di dada.
Namun binar itu hanya singgah sekilas,
Esoknya kembali redup dan tumpas,
Sebab tak ada pelukan dari mereka yang kusayang.
Dapatkah aku bebas dari hampa,
Yang lama membelenggu diri ini?
Atau selamanya harus meraba,
Dalam sunyi yang kini berujung mati rasa?
Aku berdoa meminta satu keinginan pada Tuhan:
Kirimkan seseorang yang mampu membebaskan hampa dan jiwa yang lara ini.
Medan, 28 Agustus 2026