Kepada Air Mata yang Selalu Kusembunyikan
Karya: Qistina Janeeta AksiAku sudah terlalu pandai tersenyum
di saat hatiku ingin pecah berkeping-keping.
Di saat aku berkata, "Ah, aku tidak apa-apa,"
palsu!
ada ribuan suara yang berteriak,
"Lihat aku. Aku lelah."
Malam menjadi tempatku menyerah.
Di bawah langit yang sunyi,
derai air mata jatuh tanpa permisi,
seolah seluruh kesedihan di dunia
menemukan jalan pulang melalui mataku.
Lucunya,
tak seorang pun tahu.
Mereka hanya mengenalku
sebagai seseorang yang selalu ceria
Padahal, mungkin aku bukan kuat.
Aku hanya terlalu takut
jika sekali saja aku menangis di depan mereka,
jika sekali saja tangisku berderai kencang di depan mereka,
tak akan ada yang tahu
bagaimana cara membuatku berhenti.
Bone, 01 September 2026