Buliran yang Menghiasi Pipi
Karya: Qhaisya Putri RahayuAir mata yang mengalir
membasahi pipi,
isak kecil terdengar
menemani malam yang sunyi.
Tangisan itu terdengar menyakitkan,
entah luka apa yang dipendam,
luka yang disembunyikan
di balik senyuman,
seolah berkata,
“Aku baik-baik saja.”
Biarkan ia mengalir,
sesak di dada
perlahan terlepas.
Tangisan itu
merupakan ungkapan dari hati
yang tak mampu berkata.
Biarkan buliran itu jatuh,
membawa sedikit beban
yang selama ini tersimpan
di dalam hati.
Aku berharap,
dengan tangisan itu,
hati menemukan ketenangan
yang selama ini
ia pendam sendirian.
Bandung, 14 September 2026