Usai Dalam Tangis
Karya: Puspitasari WahyunindianSebongkah letusan hati kubiarkan terbaca oleh sekitar
Semesta menciptakan senja ditemani perih menyisir
Berjuntai tetes mengalir tak ingin diseka, berharap membekas jelas
Agar semua tahu sesaknya hinaan terdengar yang kucoba hempas
Bertahan penuh tatih, menunggu dalam letih
Hai waktu … kapankah bergulir indah temaniku kembali melangkah?
Tangisku bukan lemahku, hanya ingin dingin terasa menyapa otak
Meredam gejolak, meluruhkan, menata ulang kepingan jiwa tergeletak
Salahkan jika memilih diam membisu menganggap tak ada?
Ketika membuka semua luka dianggap tak beretika?
Rasa hormat yang masih kupegang kala menatap siluet dalam remang
Tak berbakti adalah kata kunci untuk mengakhiri perbedaan pandang
Tak cukupkah airmata mengalir di wajah penuh beban ini?
Tak berartikah uluran tangan meminta mata yang adil tuk memandang?
Sudahlah, nuraniku membawaku pergi bersama mimpi yang tergenggam
Tangerang, 12 September 2026