Tangis Yang Tak Terlihat
Karya: Panji Prawira TamaTangis bukan selalu gemuruh air mata
Kadang ia diam, bersembunyi di balik senyum yang dipaksa
Ia mengendap dalam hela napas yang tertahan
Menjadi sesak yang mengendap di rongga dada
Tangis yang tak terlihat adalah sunyi
Ia menetes di sela doa yang lirih di tengah malam
Ia meresap dalam tatap kosong ke arah jendela
Ketika dunia menuntut kuat, padahal hati retak menahan lara
Aku pernah menelannya bulat-bulat
Karena malu, karena gengsi, karena kata "tabah"
Padahal renjana dan pilu juga butuh diluapkan
Agar tidak membusuk diam-diam di dalam sendu
Kadang aku mencari laras di antara isak
Menjahit retak dengan doa yang setengah patah
Menggantungkan asa yang nyaris padam
Karena aku percaya
Jika setelah hujan adalah pelangi
Maka setelah nestapa adalah harsa
Bekasi, 10 September 2026