Suara yang Kusamarkan
Karya: NurinaTak pernah ada yang tahu,
saat jiwa meminta rumah
dan raga yang tak pernah menemukan
jalan untuk pulang.
Ada kala kesunyian menyapa malam,
hanya angin tempat kugantungkan harapan.
Di balik ruang sunyi,
air mata menjelma saksi.
Kusamarkan luka dengan selimut
dan tangis yang tak sempat bersuara.
Aku tak pernah menyangka,
rumah yang kusinggahi untuk berteduh
diam-diam menaruh serpihan kaca.
Tempat yang dulu selalu kudatangi,
kini berubah menjadi ruang asing
yang enggan kukenali.
Tuhan…
jika jejaknya masih menyimpan duri,
aku tak ingin retak
untuk kesekian kalinya.
Sambas, 7 September 2026