Rumah yang tak lagi menjadi tempat singgah
Karya: Nita NurhasanahBagi setiap insan,
rumah adalah tempat kembali,
tempat untuk beristirahat,
dan tempat luka disembuhkan
Namun, tidak denganku.
Bagiku, itu bukan lagi rumah,
tempatku untuk pulang
tetapi tempat yang menyakitkan
Setiap hari aku menetap
di antara dinding dan atap,
namun rasanya
aku tidak sedang tinggal di rumah
Aku lebih memilih untuk berjalan
daripada berdiam di dalamnya
Meskipun dunia luar terasa kejam,
namun tetap ada tempat untuk bernapas
Karena terkadang,
dunia luar yang kejam
akan lebih ramah
dibandingkan rumah itu sendiri
Sebuah tempat yang katanya
menjadi tempat untuk pulang,
kini tidak lagi menjadi tujuanku
karena
aku tidak memiliki lagi tempat
untuk singgah.
Garut, 13 September 2026