NINDYA KURNIAWATI - Tawa yang Menolak Padam (OSN 3.8)

📅 03 September

 Tawa yang Menolak Padam

Karya: NINDYA KURNIAWATI


Tawa pecah—
bukan sekadar bunyi,
melainkan matahari kecil
yang menyalakan pagi
di dada yang berkabut.

Ia berlari di antara bibir,
mengetuk pintu-pintu sunyi,
lalu pergi meninggalkan
jejak hangat
pada hati yang sepi.

Namun, tawa pun pandai menyamar.
Di balik gemerincingnya,
kadang ada malam
yang diam-diam menggigil;
ada luka yang belajar tersenyum
agar tak dikenali dunia.

Betapa ajaibnya tawa:
ia tak punya tangan,
namun mampu merangkul;
tak punya sayap,
namun sanggup menerbangkan harapan;
tak punya suara selain riang,
namun mampu berkata,
“Aku masih di sini.”

Maka biarkan tawa tumbuh
seperti bunga di celah batu—
rapuh, tetapi keras kepala
menantang musim.

Sebab barangkali,
tawa paling indah
bukan yang lahir dari bahagia,
melainkan yang tetap berbunga
setelah badai berkali-kali
mencoba memadamkannya.


Semarang, 1 September 2026